Damkar Kolaka Ajak Siswa SDN 1 Silea Kenali Mitigasi Kebakaran
Truk pemadam kebakaran merah menyala itu belum juga berhenti sempurna, tapi puluhan siswa SD Negeri 1 Silea sudah berebut posisi paling depan. Hari itu, Sabtu, 18 Juli 2026, menjadi penutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah — sekaligus awal dari sesuatu yang baru: kerja sama SDN 1 Silea dengan Pemadam Kebakaran Kabupaten Kolaka untuk mengedukasi siswa, orang tua, dan guru tentang mitigasi bencana kebakaran.
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kolaka datang bukan sekadar untuk pamer truk. Mereka membawa materi lengkap: profesi pemadam kebakaran itu apa, tugas dan fungsinya, alat-alat yang biasa mereka bawa ke lokasi kejadian, teori dasar tentang bagaimana api bisa membesar, sampai nomor telepon yang harus dihubungi warga jika rumah atau lingkungan sekitar terbakar.
Antusiasme jadi kata yang paling pas menggambarkan suasana pagi itu. Bukan hanya murid — orang tua yang datang mendampingi anaknya di hari terakhir MPLS pun ikut merapat, mendengarkan penjelasan soal alat pemadam dan cara kerja sirine. Para guru yang biasanya berdiri di depan kelas, hari itu justru duduk di antara siswa, sama-sama menyimak penjelasan petugas tentang bagaimana api kecil di dapur bisa berubah jadi kebakaran besar kalau salah penanganan.
Bagian yang paling ditunggu justru datang di penutup acara. Anak-anak diajak naik dan berkeliling menggunakan truk pemadam kebakaran, sesuatu yang jarang mereka rasakan meski truk merah itu sering lewat di jalan kampung. Dan ketika petugas menyemprotkan air dari selang, sekolah yang tadinya tenang berubah jadi riuh. Anak-anak berlarian, menjerit senang, saling siram — persis seperti sedang bermain hujan-hujanan, hanya saja hujannya datang dari selang pemadam kebakaran.
Momen itu sederhana, tapi mengena. Pelajaran tentang bahaya kebakaran yang tadinya terasa serius dan sedikit menakutkan, ditutup dengan tawa dan baju basah. Anak-anak pulang bukan hanya membawa pengetahuan soal nomor darurat kebakaran, tapi juga kenangan naik truk damkar sungguhan.
Program ini disebut sebagai milestone awal, artinya bukan kegiatan sekali jadi. SDN 1 Silea dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Kolaka merancang kolaborasi ini sebagai langkah pembuka dari edukasi mitigasi bencana yang lebih panjang. Kegiatan ini diagendakan akan dilakukan 2 (dua) bulan sekali dengan kurikulum yang telah disepakati, program ini disusun secara sistematis dan berkelanjutan dan di akhir tahun ajaran nanti akan diberikan penyematan kepada pemadam kebakaran cilik.
Bagi sekolah yang berada di lingkungan padat rumah kayu dan semi permanen seperti banyak ditemui di wilayah Kolaka, pengetahuan dasar soal kebakaran bukan sekadar materi tambahan. Anak-anak yang tahu harus menghubungi siapa saat melihat asap, atau paham bahwa air bukan satu-satunya cara memadamkan api pada kasus tertentu, punya bekal yang bisa mereka bawa pulang ke rumah masing-masing — bahkan bisa jadi orang pertama yang mengingatkan keluarganya.
Usai truk pemadam meninggalkan halaman sekolah, seragam anak-anak masih basah, tapi wajah mereka cerah. MPLS Ramah tahun ini ditutup bukan dengan upacara formal, melainkan dengan pelajaran keselamatan yang datang dalam bentuk permainan air dan deru sirine — cara belajar yang tampaknya akan lama diingat oleh siswa SD Negeri 1 Silea.